Renungan Harian
Dan bersungut-sungutlah semua orang Israel.
Bilangan 14:2

Sekarang ada orang yang bersungut-sungut di antara umat Kristen, seperti dahulu di kemah Israel. Ada orang-orang, yang ketika dipukul dengan rotan [Amsal 23:13], berteriak menentang kesengsaraan yang diberikan. Mereka bertanya, “Mengapa aku dibuat menderita?” Apa yang telah kulakukan sehingga aku didera begini?” Sebuah ujaran bagimu, hai penggerutu! Mengapa engkau harus menggerutu melawan perlakuan dari Allah Bapa? Mungkinkah Dia memperlakukan engkau lebih keras daripada apa yang patut engkau terima? Ingatlah bahwa dahulu engkau adalah pemberontak, tetapi Dia telah mengampunimu. Sudah pasti, jika Dia dalam hikmat-Nya melihat bahwa saat ini pantas untuk menghukummu, engkau sebaiknya tidak mengeluh. Lagipula, memangnya engkau dipukul sekeras yang sepatutnya engkau terima oleh karena dosa-dosamu? Perhatikanlah kerusakan yang ada di dalam dadamu, maka engkau tidak akan bertanya-tanya lagi kenapa begitu banyak pukulan yang diperlukan untuk mencabutnya. Timbang dirimu sendiri, dan amati betapa banyak sampah di antara emasmu; maka engkau tidak akan merasa api itu terlalu panas untuk membersihkan sampah yang banyak sekali berada padamu. Bukankah roh pemberontak yang sombong itu membuktikan bahwa hatimu belum seluruhnya disucikan? Bukankah perkataan sungut-sungut itu bertolak belakang dengan sifat penyerahan diri yang kudus dari anak-anak Allah? Bukankah koreksi itu diperlukan? Tetapi jika engkau tetap bersungut-sungut terhadap didikan itu, perhatikanlah, karena orang yang bersungut-sungut akan mendapat didikan yang makin keras. Allah selalu menghajar anak-Nya untuk kedua kali, jika mereka tidak menanggung pukulan pertama dengan sabar. Tetapi ketahuilah satu hal—“Tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.” [Ratapan 3:33] Semua koreksi-Nya diberikan dalam kasih, untuk memurnikanmu, dan untuk membawamu lebih dekat kepada-Nya. Tentulah berguna untuk lebih bisa menahan dan berserah kepada hajaran itu, yaitu jika engkau dapat mengenali tangan Bapamu. Sebab “Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika engkau harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukanmu seperti anak.” [Ibrani 12:6-7] “Janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.” [1 Korintus 10:10]

Ayat Selengkapnya: Bilangan 14:2, Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!

Doa
Tuhan, ajari aku berhenti bersungut-sungut saat hidup tidak berjalan sesuai keinginanku. Beri aku hati yang mau belajar, bukan sekadar mengeluh. Tolong aku melihat setiap proses sebagai bentuk kasih-Mu yang sedang membentukku. Amin.
"
“Kekhawatiran tidak mengosongkan kesusahan hari esok, tetapi hanya mengosongkan kekuatan hari ini.”
— Corrie ten Boom